BERKELANA
KE RANAH ORANG CHINA
Seperti bernostalgia ke
masa sebelum merdeka. Aku memulai perjalanan ke ranah orang China sejak tahun
2010 lalu. Kedengarannya belum terlalu lama, tapi merasakan pahit manis asin
asam hidup selama empat tahun di perantauan adalah waktu yang cukup lama bagiku.
Berbagai macam rasa telah kualami, seperti iklan permen “nano-nano” yang
menawarkan berbagai macam rasa dalam satu bungkus permen. Begitu juga dengan
dunia yang menawarkan berjuta rasa dalam menjalani hidup ini.
Tepatnya pada hari kamis malam
jum’at aku dan beberapa orang dari berbagai kecamatan hingga kabupaten dalam
satu rombongan bus berangkat dari kota Kudus dimana ada sebuah yayasan yang
khusus menyalurkan tenaga kerja ke PT.Nikomas Gemilang.
Keesokan harinya kamipun sampai di
tempat tujuan, saat matahari belum memunculkan dirinya kehadapan kami. Kami di
tampung di sebuah ruangan besar dan terbaca jelas olehku ada tulisan Kantin
Adidas. Percaya atau tidak, tempat itu sangat asing buatku. Wajar saja,
pasalnya ini pertama kalinya aku menapakkan kaki keluar dari rumah dan bisa di
bilang aku menjadi perantau.
Akhirnya tiba saatnya untuk tes dan interview. Semua orang baik dari
rombongan atau yang baru datang yang mungkin asli berdomisili di kota Serang
telah siap dan berkumpul dengan rapi di lokasi bernama kantin tersebut. Dimulai
dengan tes secara tertulis dan kemudian di lanjutkan dengan tes ujian praktek
khusus komputer. Tak lama kemudian datang seorang translator berdarah China.
Beliau menanyakan siapa saja yang mampu mengoperasikan komputer. Dan dengan
percaya diri aku ikut serta unjuk tangan ke atas. Ada empat orang yang akan di
tes tapi sayang sekali sebelum tes, satu orang dari kami memilih mundur.Mungkin
dia takut atau entah memang tak punya kepercayaan diri seperti aku saat itu.
Selanjutnya
kami di bawa dengan sebuah mobil Avanza dengan nomor plat A1463F menuju ke
sebuah kantor yang berada di lantai dua sebuah gedung. Kami pun masing-masing
di sodori selembar dokumen yang benar-benar membuatku pusing dan hampir tak
punya keberanian untuk melanjutkan tes. Aku diam sejenak berpikir harus mulai
darimana, karena panas dingin tiba-tiba menyerang di sekujur tubuhku. Belum
lagi komputer yang ku gunakan untuk tes itu berbahasa China. Masya Allah makin tidak karuan pikiran ku ini. Aku slalu berpikir bagaimana
jika aku tak bisa?, dengan sekuat hati dan tenaga aku menenangkan diriku
sendiri dan tetap tawakkal. Karena aku selalu berkeyakinan bahwa setiap
pekerjaan harus tetap di pasrahkan pada Allah hingga hasil akhirnya. Detik demi
detik, menit demi menit telah terlewati dengan badan yang gemetaran dan jantung
yang berdegup kencang tak henti-hentinya.
Waktu
tes komputer telah selesai dan aku masih
tak bisa berkata apa-apa karena aku di buat gugup tak berdaya oleh selembar
dokumen perusahaan itu. Lalu kami di bawa menghadap bos China seorang
bapak-bapak bernama Fu Yu Sheng .Sebenarnya aku tak terlalu menguasa tentang
komputer,tapi niatku mengalahkan segalanya. Pasalnya sejak masih di bangku
Sekolah Menengah Atas (SMA), aku punya impian ingin bisa menjadi wanita karier
yang bekerja sebagai pegawai di
perkantoran. Dan akhirnya, hasil tes telah di tentukan dan hanya aku yang di
terima dari tiga orang yang tes. Antara senang dan sedih, karena aku masih tak
percaya bahwa aku benar-benar bisa mendapatkan seperti yang aku impikan,namun
aku juga sedih telah terpisah bagian dari teman-teman serombonganku.Tapi aku
harus tetap semangat.
Aku
siap.Aku siap.Aku siap. Hari pertama bekerja aku sangat bersemangat seperti
tokoh kartun Spongebob Squarpants yang slalu bersemangat tiap berangkat ke
Krusty Crab untuk membuat Crabby petty. Saking semangatnya aku bangun terlalu
pagi dan hasilnya aku sangat mengantuk ketika berada di kantor. Waktu itu aku
tinggal di asrama yang di sediakan oleh management perusahaan. Entah mengapa
hari pertama di kantor aku merasa sedih , karena nyatanya bekerja di kantor tak
semudah yang kubayangkan. Berbagai masalah seringkali ku dengar di sekitarku,
mulai dari kecelakaan di produksi di
bagian cutting dan dua jarinya terputus. Oh my god…!!! Aku mulai ngeri dengan
keadaan itu,dan aku terus mengucapkan rasa syukurku karena aku berada di tempat
yang aman yakni bukan di bagian produksi.
Masalah
selanjutnya adalah ada seorang karyawan laki-laki yang di duga telah memalsukan
tandatangan pada sebuah dokumen,dan akhirnya dia di pecat. Hatiku mulai resah
mendengarnya. Syukur alhamdulillah orangtuaku senantiasa memberi motivasi lewat
layang telepon setiap harinya dan selalu menenangkan segala kegundahanku.
Seminggu pertama aku langsung dilanda demam tinggi, setiap malam menangis
merasakan kepala yang begitu panas. Tapi aku tetap berangkat ke kantor, karena
sejak awal masuk aku sudah bertekad tidak akan mengotori absen satu haripun.
Dan benar aku berhasil menyelesaikan
tekad bulatku, selama satu tahun penuh aku tidak pernah tidak masuk walau di
landa sakitpun.
Bulan
demi bulan ku lalui dengan begitu berat. Pasalnya aku bekerja di sebuah kantor
yang belum lama berdiri, semua sistem yang masih manual, peralatan akntor yang
belum mencukupi dan sumber daya manusia yang terbatas. Aku harus berlari ketika
harus menumpang print ke office lain karena printer di kantorku selalu di
booking bagian salary yaitu yang mengurus penghitungan gaji di pabrik yang aku
tempati. Aku sendiri yang berada di bagian Planning harus berhubungan dengan
orang banyak diantaranya dengan orang-orang yang berada di kantor pusat
PT.Nikomas Gemilang, dan juga dengan orang-orang staff di posko Bea Cukai
khususnya di PT.Nikomas Gemilang juga. Hampir setengah hari waktuku habis untuk
menunggu di kantor bea cukai, karena
kebetulan aku mendapat bagian pengiriman barang baik yang lokal maupun ekspor.
Aku membuat dokumen atau berkas-berkas untuk mengirim barang hasil produksi
pabrik yaitu Rubber Outsole dan Midsole.
Setiap
hari di kejar deadline untuk pembuatan dokumen dan harus tepat waktu dalam
pengiriman barang. Dan masalahku belum cukup sampai disitu, setiap hari selalu
saja ada halangan dalam proses pekerjaanku, entah dari orang yang memberikan
surat jalan, entah sewaktu aku mengajukan dokumen. Dan dikarenakan kantorku
berjarak cukup jauh dengan kantor beacukai, yaitu sekitar satu
kilometer. Jadi aku harus berusaha mencapai tujuan lebih awal, kadang aku
mengendarai motor agar bisa kesana. Motor tersebut adalah milik boss ku yang
juga berkebangsaan China. Maklum saja, aku dan teman kantorku hanya mampu
meminjam karena faktanya kita tidak punya inventaris sebuah kendaraan bermotor,
terkadang jika tidak ada motor, aku meminjam sepeda yang di sediakan oleh
manajemen beberapa waktu lau untuk para karyawan yang hendak bepergian ke
kantor pusat ataupun beacukai. Kemudian belum lagi saat menghadapi orang-orang
staff pusat dna beacukai, selalu saja ada penghalang yakni ada yang galak, ada
yang cuek, ada juga yang selalu mempersulit pekerjaan.
Entah
kenapa setiap hari slalu ada air mata yang ku teteskan dalam menjalani
kehidupan baruku ini, yakni kehidupan seorang yang beranjak dewasa. Aku slalu
merindukan kehidupan anak sekolah yang masih ingin bermain ketika guru tidak
hadir ataupun yang lain.
Setahun
hingga dua tahun telah ku lewati walau berat hati ingin mengatakan kepada kedua
orangtuaku bahwa aku ingin sekali lari dari tempat ini. Tapi hal itu tak pernah
kulakukan karena aku punya tekad ingin membahagiakan mereka yaitu dengan
bekerja dan bisa mengirimkan sebagian gajiku untuk membantu meringankan beban
mereka. Karena aku punya tiga orang adik yang masih sekolah. Diathun kedua aku
mulai ikut bergabung ke sebuah kepengurusan masjid di kawasan tempatku bekerja.
Dan aku sangat terkejut karena baru ikut bergabung sudah langsung di tunjuk
untuk menjadi sekretaris karena mereka tau aku bekerja di bagian kantor dan
yang mereka tau aku bisa mengoperasikan komputer. Oh ya Allah lagi-lagi aku di
buat tidak karuan, tapi aku bersyukur aku mendapat suatu kehormatan disitu dan
aku mendapat teman-teman yang baik disana. Tentunya mereka begitu karena mereka
tauh aku mempunyai kakak perempuan yang juga telah bergabung di kepengurusan
masjid beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang ada di takmir begitu membuat aku tenang
dan tak terlalu memikirkan yang namanya galau. Dan karena kedekatan aku bersama
Ta’mir Masjid Al-Muhajirin 5 membuat aku tak bisa segera meninggalkan tempat
ini. Keadaan dan kebersamaan mereka begitu berarti dan sulit untuk aku menjauh
dari mereka. Karena pengalaman bertambah dan aku bisa slalu tersenyum bila
bersama diantara mereka. Berbagai macam acara mulai dari tak’lim harian di
masjid, hingga acara tabligh akbar yang di selenggarakan di stadion PT.NIKOMAS
GEMILANG. Beberapa Ustadz papan atas juga kami undang mulai dari Ustadz Jefri Al-Bukhori atau yang
biasa di sebut Uje,yang kini sudah almarhum karena sebuah kecelakaan. Sungguh
teramat merasa kehilangan sosok ustadz gaul “ya nggk coy..??” begitulah
sedikitnyas kata-kata gaul yang familiar di telinga kita. Bahkan aku masih
ingat ketika menghadiri acara pameran buku yang di gelar di Gelora Bung
Karno,Senayan-Jakarta setiap tahunnya yang dikenal dengan “Islamic Book Fair
(IBF)”. Kemudian kami juga menghadirkan ustadz kondang seperti Ustadz Soleh
mahmud yang sering di sapa Ustadz Solmed yang juga membintangi sebuah sinetron
religi bertajuk “Pesantren Rock ‘n Roll”. Berlanjut ke Ustadz Yusuf Mansur
dengan buku terbitannya yang terkenal dengan tema Sedekah yaitu “The Miracle of
Giving”. Aku sangat bangga dan sangat bersyukur untuk yang kesekian kalinya
karena mendapat kehormatan untuk menjadi panitia dalam setiap acara tersebut.
Oke…sudah cukup pamernya.hehehhe…
Bagai
berkelana ke Negri China , karena jarak antara Jawa hingga ke Serang padahal
tak begitu jauh, cukup ditempuh sehari semalam dengan naik bus,namun bisa
berhari-hari saat mudik karena memang mudik identik dengan macet. Jarak yang
tak seberapa menjadi sebegitu jauhnya karena nyatanya aku hanya bisa pulang
sekali saja dalam setahun. Hampir setiap hari aku menderita rindu pada kedua
orangtuaku dan juga adik-adikku serta kakak-kakakku di kampung halaman
tercinta. Hanya bisa melayangkan suara lewat telepon genggam alias
Handphone.Sampai saat sedang menulis tulisan ini yang ditugaskan oleh Kak
Wayang dan Kak Tohir yang di undang untuk menjadi tutor dalam pelatihan
Jurnalis yang diadakan oleh Yayasan Al-Muhajirin PT.Nikomas Gemilang, aku
benar-benar merindukan keluargaku. Semoga Allah selalu melindungi mereka,
aamiin…
Masalah
demi masalah dalam lingkungan kantor slalu menjadi penghias yang slalu ada
dalam pekerjaanku. Mulai dari ketidakcocokan antar sesama rekan kerja ,yang
selalu membuat aku tak habis pikir adalah mengapa mereka ingin saling
menjatuhkan di hadapan bos? Bahkan aku sendiri sering menjadi korban dari
mereka, menyedihkan bukan ?prinsip yang aku pegang hanya satu yaitu bekerja
dengan baik dan dengan semampu sekuat tenagaku karena aku ingin membantu meringankan
beban kedua orangtuaku.Dan ayahku selalu mengajarkan aku agar aku tidak
menyombongkan segala yang punya baik berupa materi ataupun pangkat yang aku
punya.Tapi aku terus bersabar hanya demi orangtuaku yang setidaknya telah
menaruh harapan padaku agar beban mereka
tidak terlalu berat.
Empat
tahun sudah aku melewati hari-hari yang penuh liku-liku. Selama itu juga aku
menaruh impian yang ingin sekali aku capai. Sebenarnya aku sudah berkali-kali
mengutarakan niatku pada orangtuaku , tapi mereka tak kunjung memberi ijin
padaku karena posisi saat itu adikku belum ada yang lulus SMA, Dan akhirnya aku
hanya mampu bersabar ,beruntung masih ada kakakku saat itu, tapi setelah dia
memutuskan untuk resign dari
pekerjaannya, aku benar-benar merasa selalu sendiri. Aku sering menyesali sikap
burukku yang sering aku tunjukkan padanya, aku sering menangis mengingat nya.
Tapi yasudahlah, namanya penyesalan memang selalu datang di akhir, karena kalau
datang di awal namanya pendaftaran. Hihihi……
Di
tahun kelima masalah makin memuncak atau bahasa bekennya klimaks. Aku hampir mengundurkan diri dari pekerjaanku, dan itu
pertama kalinya aku mengeluh pada kedua orangtuaku. Aku menyampaikan keluahan
dengan nada terisak, terdengar suara ibuku yang juga sedikit terisak. Mungkin
mereka sedih jika aku harus menjadi seorang pengangguran. Aku masih tetap
bertahan dengan segala motivasi yang di berikan oleh kedua orangtuaku dan juga
teman-teman baikku. Meski harus menerima amukan bos China di kantorku yang bisa
di bilang seperti amukan seekor Singa. Sadiss… Namun di balik semua
permasalahanku Allah ternyata menyiapkan kado yang indah buatku.Akhirnya aku
bisa mewujudkan keinginanku yaitu melanjutkan studi ke bangku perkuliahan, aku
kini seorang mahasiswi.Alhamdulillah……..dengan seijin orangtua yang senantiasa
mendo’akanku dan juga tentunya dengan ridlo Allah. Seperti kata-kata yang
selalu ada disampaikan dalam ceramah-ceramah agama “Ridlo Allah bergantung pada
ridlo kedua orangtua, murka Allah juga murkanya orangtua”, begitu juga dalam sebuah
Hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari “Tangisan kedua orangtua termasuk
kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari ,
Adabul Mufrod halaman.31)
Banyak
sekali yang ingin aku ceritakan. Namun kiranya cukup sampai disini kisah yang
bisa ku bagikan pada pembaca yang insya Allah senantiasa dalam lindungan Allah.
Semoga kita di berikan kemudahan dalam setiap urusan dan sukses dalam meniti
hari-hari kita. Aamiin……..
Daaahh……………
FB : MissNay
IG : @missnayzer
YT : MissNay
FB : MissNay
IG : @missnayzer
YT : MissNay